Bupati Pelalawan Apresiasi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam Panen Raya Jagung 15 Ton, Dorong Swasembada Pangan Nasional – Semangat mewujudkan kedaulatan pangan nasional terus digaungkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Senin (25/8/2025), Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menghadiri kegiatan panen raya jagung pipil yang digelar di lahan seluas 5 hektare.
Panen kali ini berhasil menghasilkan sekitar 15 ton jagung pipil yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, khususnya pakan ayam. Keberhasilan panen ini tidak hanya menjadi capaian pertanian semata, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
Implementasi Pentahelix untuk Swasembada Pangan
Dalam sambutannya, Irjen Herry menegaskan bahwa program panen raya ini merupakan bagian dari implementasi pentahelix berbasis komunitas. Konsep pentahelix melibatkan lima unsur utama, yaitu:
-
Pemerintah daerah sebagai penggerak dan pengambil kebijakan,
-
Pelaku usaha sebagai pendukung permodalan dan pasar,
-
Kelompok tani sebagai ujung tombak produksi,
-
Akademisi sebagai penyedia kajian ilmiah dan teknologi pertanian,
-
Media sebagai penyebar informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari TNI dan Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turun tangan dalam mendukung proses pengembangan lahan dan distribusi hasil pertanian.
Bupati Pelalawan Puji Kepemimpinan Visioner Kapolda Riau
Bupati Pelalawan, H. Zukri, turut hadir dalam kegiatan panen raya jagung ini. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan yang dinilainya sebagai sosok visioner.
“Kapolda ini, kalau saya bilang sebenarnya bukan lagi Kapolda, tapi sudah bisa mengalahkan kepala daerah karena visioner dan luar biasa menjaga Provinsi Riau ini,” ujar Zukri di hadapan para petani dan tamu undangan.
Menurutnya, keterlibatan Kapolda Riau dalam program swasembada pangan adalah langkah nyata yang menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya petani.
Potensi Besar Pelalawan sebagai Sentra Pangan
Bupati Zukri juga menegaskan bahwa Kabupaten Pelalawan memiliki potensi luar biasa dalam sektor pertanian. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu sentra pangan terbesar di Provinsi Riau, apalagi letaknya yang berdekatan dengan kawasan wisata Bono di Sungai Kampar, menjadikannya memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi dan pariwisata.
“Pelalawan memiliki lahan subur yang luas dan bisa dikembangkan untuk menjadi pusat produksi jagung, padi, hingga hortikultura. Potensi ini harus terus kita dorong agar produktivitas pangan semakin meningkat,” tambahnya.
Harapan Dukungan Perusahaan Swasta
Selain mengandalkan peran pemerintah dan aparat, Zukri juga berharap perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Pelalawan ikut ambil bagian dalam pengembangan sektor pangan. Menurutnya, kontribusi swasta sangat penting, terutama dalam penyediaan modal, teknologi, serta jaminan pasar bagi petani.
“Kalau perusahaan di sekitar sini ikut membantu, baik dari CSR maupun investasi langsung, saya yakin sektor pangan kita akan makin maju. Apalagi kalau ada integrasi antara produksi jagung dengan industri peternakan ayam, maka harga jual jagung akan lebih baik dan petani bisa lebih sejahtera,” jelas Zukri.
Jagung Pipil untuk Pakan Ternak
Hasil panen 15 ton jagung pipil ini rencananya akan didistribusikan sebagai bahan baku pakan ayam. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor pakan ternak, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal.
Dengan semakin banyaknya daerah yang berhasil memproduksi jagung dalam jumlah besar, Indonesia berpeluang lebih cepat mencapai target swasembada pangan nasional tahun 2025.
Peran Polri dalam Program Pangan Nasional
Langkah Kapolda Riau turun langsung dalam program pertanian ini juga menandai peran baru aparat kepolisian dalam mendukung pembangunan daerah. Selama ini, Polri identik dengan tugas keamanan. Namun, di era sekarang, Polri juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, termasuk sektor pangan.
Irjen Herry menegaskan bahwa keterlibatan Polri bukan berarti mengambil alih peran petani, melainkan memberikan dukungan penuh agar program berjalan lancar. “Kami ingin memastikan bahwa setiap upaya swasembada pangan berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Keberhasilan panen jagung di Pelalawan menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci sukses dalam membangun ketahanan pangan. Tanpa kerjasama dari semua pihak, mustahil target swasembada pangan bisa tercapai.
Konsep pentahelix berbasis komunitas yang diterapkan di Pelalawan dinilai bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dengan keterlibatan pemerintah, swasta, akademisi, media, masyarakat, serta dukungan TNI-Polri, pengelolaan pangan bisa lebih efektif dan berkelanjutan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski panen jagung di Pelalawan cukup menggembirakan, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, seperti:
-
Akses permodalan bagi petani kecil,
-
Fluktuasi harga jagung di pasar,
-
Keterbatasan sarana dan prasarana pertanian,
-
Minimnya industri pengolahan pascapanen di sekitar daerah produksi.
Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan kebijakan terpadu yang menghubungkan sektor pertanian dengan sektor industri serta distribusi.
Harapan Bupati Pelalawan
Bupati Zukri berharap panen jagung ini menjadi awal dari pengembangan sektor pangan yang lebih besar. Ia optimis dengan dukungan Kapolda Riau dan sinergi semua pihak, Pelalawan bisa menjadi motor penggerak swasembada pangan di Provinsi Riau.
“Kalau kita bisa mengembangkan integrasi antara pertanian jagung dan industri peternakan, saya yakin petani akan mendapatkan keuntungan berlipat. Hasil jagung tidak hanya dijual mentah, tapi bisa masuk ke rantai produksi yang lebih luas,” ujarnya.
Kesimpulan
Panen jagung 15 ton di Kabupaten Pelalawan bukan hanya sebuah pencapaian pertanian, tetapi juga simbol kekuatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Apresiasi Bupati Pelalawan terhadap Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjadi bukti bahwa kepemimpinan visioner sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan besar bangsa. Dengan potensi besar yang dimiliki Pelalawan dan dukungan nyata dari berbagai pihak, Indonesia semakin optimis mencapai swasembada pangan 2025.
