Penutupan Spektakuler Festival Pacu Jalur 2025 Guncang Kuansing dengan Aksi Melly Mike dan Dikha – Festival budaya terbesar di Riau, Pacu Jalur 2025, resmi ditutup dengan kemeriahan luar biasa di Tepian Narosa, Sungai Kuantan, pada Minggu malam (24/8/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan penampilan memukau dari rapper internasional Melly Mike yang berkolaborasi dengan bocah “Pacu Jalur” Dikha.
Perhelatan akbar yang berlangsung sejak beberapa hari ini benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Tidak hanya menampilkan lomba adu cepat perahu jalur, penutupan Pacu Jalur tahun ini menjadi panggung budaya, musik, dan hiburan yang memadukan tradisi dengan modernitas.
Penampilan Melly Mike dan Dikha Menghipnotis Penonton
Sorak sorai penonton pecah saat musik hip hop khas dari lagu “Young, Black and Rich” mulai menggema di sepanjang Sungai Kuantan. Lagu yang tengah viral di berbagai platform media sosial ini membuat ribuan pengunjung bergoyang, bernyanyi, dan ikut larut dalam suasana pesta rakyat.
Penampilan Melly Mike terasa semakin istimewa karena ia tampil bersama Dikha, bocah yang dikenal dengan aksi khas “Pacu Jalur”. Mereka sebelumnya sempat menari di atas perahu jalur di Sungai Kuantan sore harinya, dan malamnya tampil penuh energi di panggung utama.
“Thank you Indonesia, salam kayuah!” teriak Mike di akhir penampilannya, disambut dengan tepuk tangan dan teriakan riuh dari ribuan penonton.
Video penampilan tersebut yang ditayangkan melalui kanal YouTube Diskominfo Kuantan Singingi memperlihatkan bagaimana penonton seakan “disihir” oleh aksi panggung penuh semangat dari duo yang tak terduga ini.
Iyeth Bustami Turut Meriahkan Penutupan Pacu Jalur
Tak hanya Melly Mike dan Dikha, penyanyi dangdut legendaris asal Riau, Iyeth Bustami, juga tampil memeriahkan malam penutupan. Suara khasnya menghipnotis penonton dan menghadirkan nuansa nostalgia yang memperkaya rangkaian acara.
Kolaborasi lintas generasi dan genre musik di penutupan Pacu Jalur 2025 menunjukkan bahwa festival ini bukan sekadar lomba tradisional, melainkan perayaan budaya yang terbuka dengan sentuhan modern.
Pesan Budaya dari Kapolda Riau
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turut hadir dalam penutupan Pacu Jalur 2025. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi musisi dan seniman yang mendukung acara ini.
Menurutnya, kehadiran musisi populer seperti Melly Mike dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya pelestarian budaya dan kelestarian alam.
“Mendorong semua orang agar bisa memahami bahwa nilai-nilai budaya harus kita lestarikan. Insyaallah, Melly Mike dengan jutaan pengikutnya bisa membantu menyebarkan pesan positif ini,” ujar Irjen Herry.
Pacu Jalur: Warisan Budaya dan Identitas Riau
Festival Pacu Jalur adalah tradisi tahunan masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Lomba ini menggunakan perahu panjang atau jalur dengan panjang 25–40 meter yang didayung puluhan orang secara serentak.
Pacu Jalur bukan sekadar lomba adu cepat, tetapi simbol kekompakan, kerja keras, dan semangat gotong royong masyarakat. Karena nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Pacu Jalur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Setiap tahun, festival ini selalu menyedot perhatian ribuan pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain lomba jalur, kemeriahan juga diwarnai dengan pameran UMKM, bazar kuliner khas Riau, hingga pertunjukan seni tradisional.
Daftar 15 Jalur Juara Festival Pacu Jalur 2025
Kompetisi Pacu Jalur 2025 berlangsung sengit sejak babak penyisihan hingga final. Sebanyak 15 jalur terbaik berhasil menorehkan prestasi dan menjadi juara. Berikut daftarnya:
-
Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 – Desa Tanjung, Kec. Hulu Kuantan, Kab. Kuansing
-
Jalur Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam – Desa Petalongan, Kec. Pasir Penyu, Kab. Inhu
-
Jalur Panglimo Rimbo Piako – Desa Pekan Heran, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu
-
Jalur Buayo Danou – Desa Bandar Alai, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuansing
-
Jalur Singa Ngarai – Desa Kalimanting, Kec. Benai, Kab. Kuansing
-
Jalur Nago Sati Panoun – Desa Pebaun Hulu, Kec. Kuantan Mudik, Kab. Kuansing
-
Jalur Untung Bertuah – Desa Danau Baru, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu
-
Jalur Ghajo Siluman Sungai Tonam – Pulau Sipan, Kec. Inuman, Kab. Kuansing
-
Jalur Limbago Sati Rantau Kuantan – Desa Kopah, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuansing
-
Jalur Samurai Jopang Bukik Tantunggang – Desa Pulau Kedundung, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuansing
-
Jalur Panglima Tasik Indang Bunian – Desa Kampung Pulau, Kec. Rengat, Kab. Inhu
-
Jalur Toduang Biso Rimbo Piako – Desa Pebaun Hilir, Kec. Kuantan Mudik, Kab. Kuansing
-
Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri 2024 – Desa Danau Baru, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu
-
Jalur Sang Ratu Helmina – Desa Koto Kombu, Kec. Hulu Kuantan, Kab. Kuansing
-
Jalur Pulau Bertuah – Desa Tambak, Kec. Kuala Cenaku, Kab. Inhu
Keberhasilan para juara ini akan dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang Pacu Jalur, sekaligus menjadi motivasi bagi tim lain untuk berlaga di tahun mendatang.
Antusiasme Penonton dan Wisatawan
Ribuan masyarakat Kuantan Singingi dan sekitarnya hadir langsung di Tepian Narosa. Tidak sedikit pula wisatawan dari luar daerah bahkan luar negeri yang sengaja datang untuk menyaksikan festival ini.
Kehadiran musisi nasional seperti Iyeth Bustami dan artis internasional seperti Melly Mike menambah daya tarik, membuat Pacu Jalur 2025 menjadi lebih dari sekadar lomba tradisional, melainkan pesta rakyat yang menyatukan budaya lokal dan hiburan modern.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Festival Pacu Jalur 2025 tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga membawa manfaat ekonomi yang signifikan. Para pedagang kaki lima, UMKM lokal, dan sektor pariwisata merasakan lonjakan pendapatan selama festival berlangsung.
Pemerintah daerah Kuansing berharap Pacu Jalur terus berkembang menjadi ikon pariwisata budaya unggulan yang dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional di masa depan.
Penutup: Harmoni Budaya dan Hiburan Modern
Festival Pacu Jalur 2025 telah berakhir dengan penuh suka cita. Dari lomba jalur yang menegangkan, penampilan musisi yang memukau, hingga partisipasi ribuan penonton, semua berpadu menjadi pengalaman tak terlupakan.
Kolaborasi Melly Mike dan Dikha dalam lagu “Young, Black and Rich” menjadi penutup spektakuler, sementara penampilan Iyeth Bustami menghadirkan nuansa khas Melayu yang memperkaya acara.
Dengan semangat “kayuh jalur” yang tak pernah padam, Pacu Jalur tetap menjadi identitas, kebanggaan, dan warisan budaya yang akan terus dijaga generasi demi generasi.
